Halaman

Senin, 10 November 2014

SELAMAT HARI PAHLAWAN 2014

Aku bukan pahlawan berparas tampan
Itulah potongan bait tembang
Dari trio supir truk asal Bali
Yang saya sebut cerminan pahlawan Indonesia hari ini

Ada pahlawan tanpa tanda jasa
Kini dunianya sering muncul asusila
Ada juga pahlawan devisa
Inilah pahlawan dengan tanda siksa

Ada pula pahlawan kesiangan
Mungkin ini bapak Presiden baru kita
Diciptakan oleh citra dan media

Kalau saya ini .
Pahlawan yang bangun kesiangan
Inilah akar kemunduran bangsa
Sebab rezeki negeri ini
Telah dipatok oleh ayam milik paman Sam

Bangsa besar ialah bangsa yg tak melupakan jasa para pahlawannya
Ini isyarat bahwa kita tak hanya harus mencintai produk dalam negeri
Pun cinta dan bangga akan pahlawan bangsa
Lebih besar dari mengidolai superhero mancanegara

Bung Karno berkata Jas Merah
Jangan sampai melupakan sejarah
Jas melambangkan kebijaksanaan
Merah berarti berani
Mari tatap arah masa depan bangsa
Dengan gagah, berani dan bijaksana

10 November 2014


Selasa, 28 Oktober 2014

(Bukan) Pemuda Harapan Palsu



Sejarah besar bangsa Indonesia tentu tidak terlepas dari kontribusi para pemuda negeri ini, tengok saja kembali ke 86 tahun lalu pada 27-28 Oktober 1928, terjadinya sebuah gerakan besar  yang di galakkan oleh para pemuda, baik dari Indonesia barat maupun timur untuk mengikrarkan pengakuan bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu,  yang  hingga kini tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah  Pemuda. 

Dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda dan  pentingnya nasionalisme juga demokrasi adalah output yang diharapkan bisa dituai dari gerakan ini. Terang saja, peristiwa ini seakaan menjadi tonggak awal peranan kaum muda dalam tinta sejarah bumi pertiwi, terlihat pada momen-momen besar macam kemerdekaan tahun 1945, medioorde lama 1966 dan saat pengkudetaan rezim Soeharto pada tahun 1998.

Sebegitu besar goresan perjuangan yang  ditorehkan para pemuda-pemuda sebelum kita, tentu sebesar itulah harapan kepada kaum muda sekarang. Hari sumpah pemuda seharusnya menjadi momentum untuk merajut dan menguatkan lagi persatuan untuk menjadi manusia Indonesia. Di saat akrobat zaman yang makin menjadi-jadi, tentu ini menjadi keuntungan jika kita mampu  mengolahnya dengan positif. Para pendahulu kita  dengan segala keterbatasan era mereka saja, bisa melakukan gerakan besar persatuan bangsa. Kaum muda kini dengan jamuan segala macam jenis gadget juga bejibunnya jejaring sosial didalamnya, sangat besar sekali mampu melanjutkan estafet gerakan tersebut. Dimana kita dimudahkan untuk terhubung dan berinteraksi dengan kaum muda di seluruh penjuru negeri, saling bertukar gagasan, membicarakan persoalan bangsa, mengkritik kebijakan pemerintah, dan hal positif progresif lainnya. Lain halnya jika digunakan semena-mena, seperti halnya fenomena si Florence di Jogja beberapa waktu lalu, telah melukai persatuan bangsa. Jadikan saja sebuah pelajaran pendewasaan kaum muda kemajuan era informatika.

       Sebagai  kaum muda yang  hidup di era yang begitu pesat munculnya kosakata dan istilah baru, yang menggurita lalu beranak- pinak menjejali pikiran, hingga tak tau arah jalan pulang. Di saat serangan membabi buta westernisasi, budaya K-Pop dan yang terbaru rombongan drama Mahabarata menyasar para anak muda, seakan menjadi kontestasi atau pertarungan budaya asing dan lokal. Disinilah jiwa nasionalisme kaum muda harus ditinggikan untuk menangkal fenomena tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan, yaitu mencintai budaya Indonesia dengan menjadi pelaku maupun penikmatnya. Perlu diketahui bahwa bangsa ini memiliki banyak sekali kebudayaan, inilah macamnya, rumah adat, tarian, lagu, musik, seni gambar, seni patung, pakaian adat, seni suara, seni sastra, makanan dan film. 

       Di samping itu juga harus mencintai produk-produk dalam negeri, terlebih pada tahun 2015 dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), harus memacu semangat kaum muda untuk menjadi produsen maupun konsumen dalam negeri yang berkualitas, salah satunya dengan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya Indonesia. Sejak dini kita siapkan intelektualitas, moralitas, soft skill dan religiusitas agar tak tergerus zaman, jangan hanya di nina bobokan oleh zat aditif media sosial yang sifatnya semu. Karena pada hakikatnya kitalah kaum muda pelangsung dan penyempurna arah gerak bangsa, bukan pemuda/pemudi harapan palsu, yang hanya menjadi pemberi harapan palsu.

28 Oktober 2014

Jumat, 10 Oktober 2014

Sajak Indonesia Hari Ini


Telah muncul si kurus
Yang katanya Sang Satria Piningit
Serangan prematur menerjang tajam
Menguliti secara telak
Pra disahkan si kurus ini
Drama gonjang-ganjing dua haluan
Layaknya taman kanak-kanak

Alam pun tak ketinggalan memberi tugas rumah
Dimana  tingkat ekspor bangsa kita meningkat
Ya, mengekspor asap ke negeri jiran

Ah, kurang ajar memang !
Lagil-lagi langkah berkedok pertumbuhan ekonomi
Mereka pikir tanah warisan pribadinya
Tentu tuk seluruh generasi cucu-cucu ibu pertiwi

Pangeran silam begitu licik
Mengerdilkan para wong cilik
Membunuh curahan-curahan irigasi
Mengalih fungsi lahan
Menawan dan tewaskan perlahan

Berkisah lanjut masih tentang lahan
Ya, kehidupan di lahan hijau bola kaki
Timnas menjadi komoditas
Budak segala macam media

Jogjakarta, 10 Oktober 2014

Kamis, 04 September 2014

Muhammadiyah Sebuah Gerakan Dakwah Modern


Mungkin saudara  sudah pernah menonton film berjudul Sang Pencerah, baik di layar lebar maupun  layar kaca. Sebuah film yang menceritakan kisah hidup seorang pahlawan nasional bernama KH Ahmad Dahlan pada masa sebelum kemerdekaan, dengan perjuangannya mendirikan sebuah organisasi Islam bernama Muhammadiyah. Beliau mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah di kampung santri Kauman Yogyakarta pada tahun 18 November 1912 (8 Djuzlhijjah 1330H) yang memiliki tujuan menegakan dan menjunjung tinggi ajaran agama islam, sehingga terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Secara pribadi latar belakang lahirnya Muhammadiyah yakni hasil pendalaman K.H. Ahmad Dahlan terhadap Al Quran, dan surat Ali Imran ayat 104 lah yang telah menggerakan dan menginspirasi beliau. Adapun secara umum faktornya yaitu ketidakbersihan dan campur aduknya kehidupan agama Islam di  Indonesia, ketidak effisiennya lembaga-lembaga pendidikan agama Islam dan aktifitas misi-misi non muslim.

Muhammadiyah memiliki tiga ciri perjuangan yaitu sebagai gerakan Islam, sebagai gerakan dakwah Islam dan gerakan tajdid (reformasi). Khusus untuk ciri yang ke dua, sebagai Gerakan Dakwah Islam, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar (menyeru kepada kebajikan dan mencegah kepada kemungkaran). Bagi KH Ahmad Dahlan, berdakwah tak melulu tentang membuat pengajian atau memberi ceramah di mesjid, tetapi lebih dari itu. Dakwahnya Muhammadiyah itu menjadikan masyarakat sebagai medan atau kancah perjuangannya.  Muhammadiyah hadir di tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia dengan membangun berbagai amal usaha yang betul-betul dapat menyentuh hidup orang banyak, semisal berbagai macam lembaga pendidikan dari sejak kanak-kanak hingga perguruan tinggi, membangun sekian banyak rumah akit , panti-panti asuhan, dan sebagainya. Untuk lembaga pendidikan sendiri, tercatat Muhammadiyah telah memiliki amal usaha yang berjumlah hingga ribuan unit, semuanya telah dibangun dan tersebar diseluruh pesok negeri ini dari Sabang sampai Merauke. Tentunya semua amal usaha ini sebagai sarana dan wahana dakwah islamiyah yang tetap berpegang teguh pada asas Muhammadiyah yaitu Al Quran dan As Sunnah Shahihah.

Muhammadiyah kini telah berusia 1 abad lebih 3 tahun dalam penanggalan masehi, tentu bisa dikatakan sungguh awet untuk salah satu organisasi terbesar di dunia . Sudah banyak sekali sumbangan dari Muhammadiyah untuk bangsa ini, misal dalam bidang pendidikan yaitu upaya untuk mencerdaskan umat. Salah satu langkah reformasi yang fenomenal dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan ialah dalam merintis pendidikan ”modern” yang memadukan pelajaran agama dan umum, juga mengadopsi cara dan sistem pengelolaan pembelajaran ala Belanda pada masa penjajahan. Langkah ini terekam dalam salah satu scene film Sang Pencerah.

Saya sendiri lahir dari keluarga Muhammadiyah, orang tua saya masing-masing pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah di wilayah Maluku Utara. Tercatat saya besar dalam edukasi pendidikan Muhammadiyah, dimulai dari berseragam MTS Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta lalu berlanjut ke jenjang berikutnya di tempat yang sama di MA Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, setelah 6 tahun menuntut ilmu di almamater tersebut dan lulus pada tahun 2012, saya lalu meneruskan studi kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil jurusan Ilmu Ekonomi, prodi Ekonomi Keuangan Perbankan Islam hingga saat ini. Tentunya ada kebanggaan tersendiri bisa menjadi bagian dari sebuah organisasi islam yang berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia, namun harus selalu diingat dua pesan KH Ahmad Dahlan yang kini mulai sedikit terlupakan oleh warga Muhammadiyah, yakni "Muhammadiyah sekarang berbeda dengan Muhammadiyah kemarin, jadilah dokter, insinyur, guru, dosen dsb, lalu kembalilah ke Muhammadiyah". Dan "hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan mencari hidup di Muhammadiyah".

IMMawan Muhammad Fathi Djunaedy

Sabtu, 09 Agustus 2014

Kelakar | Man United

V For Van Gaal
Tahun 2013 kemarin, salah satu generasi emas United yang dikenal dengan sebutan Class of ’92 telah merilis film yang mengisahkan kisah Giggs, Beckham, Scholes dkk selama berseragam United, judulnya persis dengan sebutan angkatan mereka. Kabarnya pada  2015 besok, MU siap mengeluarkan film action yg diperankan para punggawa MU, dengan judul THE RAID DEVILS. Heuheuheu..

Pada musim 2014/2015 besok, MU tak berlaga  di UEFA Liga Champions. Terang saja, karena United tak pantas berlaga di kompetisi berskala benua Eropa, klub sekelas United lebih layak  di tingkatan Internasional. Contohnya, kemarin MU menjuarai kompetisi Pra Musim yang bertajuk International Cup, dengan catatan tanpa cacat kekalahan, lawan yang dihadapi 3 diantaranya berlaga di LC. Di final MU mengalahakan Loserpool. Ini sudah jelas bahwa Loserpool tak layak menjuarai Kompetisi Pra Musim, saudara ini cuman bisa Juara Prasasti sejarah masa lalu. 

Alhasil, untuk tahun ajaran baru kuliah nanti, saya mengambil mata kuliah full pada hari rabu dan kamis dalam seminggu, saudara tau sendiri lah, pada 2 hari itu saya akan tampak bersemangat dan segar, karena tak perlu begadang untuk menonton Liga Champions #Sikap

Para fans United yang loyal kalau lagi ujian di kelas itu punya trik khusus pas buntu ketika tak bisa menjawab soal dan waktu tinggal beberapa menit. Ya tinggal mention Chicarito biar masuk untuk memecah  kebuntuan heuheuheu.

By the way, kalo ngomongin fans United di Indonesia, ada salah band kenamaan negeri ini yang jadi die hard  United, yaitu Band Ungu, tengok saja lagu-lagu mereka, beberapa dipersembahkan untuk Man United, misalnya Dengan nafas MU, para pencari MU selamanya, suwe ora ja MU. Eh yg ketiga itu termasuk kan heuheuheu 

United pun telah memiliki pelatih baru asal Belanda yakni Louis Van Gaal. Konon katanya nama asli beliau hanya Louis, sedangkan Van Gaal hanyalah julukan saja. Jadi, ceritanya dulu ketika LVG duduk di bangku SMA, ia adalah remaja yang suka coret-coret dinding perkotaan, makanya dijuluki Van Gaal, itu Vandal panjul heuheuheu kriiiiik.

Sabtu 9 Agustus 2014

Syukur dofu so singgah :)




Jumat, 27 Juni 2014

Krisis Gol Freekick

Piala Dunia tiap edisinya selalu menyajikan drama dan momen yang mengesankan, kejutan-kejutan turut tampak di tiap laga, permainan indah juga gol cantik pun tak absen untuk hadir memanjakan jutaan pasang mata di seluruh dunia.  Di sini saya menggaris bawahi tentang gol cantik. Sebuah gol yang memesona bisa muncul dari proses apa saja, salah satunya ialah tendangan bebas. Pada piala dunia 2014 ini, dari 32 negara kontestan di penyisihan grup sebagian besar memiliki pemain spesialis bola mati. Dari kubu tuan rumah ada sosok Neymar, Belanda punya Robin Van Persie, Keisuke Honda dan Endo  milik Timnas Jepang, Uruguay bergantung pada Luis Suarez, Inggris memiliki Rooney dan Gerrard, di Italia tentu saja ada sang maestro Andrea Pirlo, dan 2 pesepakbola terbaik dunia saat ini C Ronaldo di Portugal dan Lionel Messi di tim Tango Argentina.

Namun, faktanya total 136 gol yang diproduksi dari 48 pertandingan  selama penyisihan grup, hanya 2 biji gol yang lahir dari free kick, buah eksekusi masing-masing  dari bintang Argentina Lionel Messi ketika mengandaskan Nigeria dengan skor 3-2 dan Blerim Dzemaili gelandang Napoli asal Swiis saat takluk 5-2 kala bersua Perancis.


Tentunya, pada babak knockout nanti yang persaingan antar negara semakin ketat, diharapkan kembali muncul gol-gol istimewa terutama dari eksekusi tendangan bebas, karena inilah bumbu sedap dalam tontonan sepakbola, juga melanjutkan tradisi gol indah freekick yang pernah ditorehkan oleh para senimannya macam Ronaldinho, David Beckham dan Sinisa Mihajlovic. Harapan itu hanya bisa hadir dari kaki Neymar, Van Persie dan Lionel Messi, pun bisa saja dari pemain-pemain kejutan negara lain. Karena pemain yang tidak disebutkan dari 3 nama diatas, Timnas mereka sudah angkat koper dari Piala Dunia 2014, khusus untuk Suarez meski Uruguay lolos ke 16 besar, tapi ia tak bisa berlaga karena dihukum FIFA larangan bermain 9 laga internasional akibat ulahnya menggigit pundak Bek Italia Chellini di laga terakhir Grup D. So, tetap hadirkan semua yang indah dalam satu irama.

Jumat, 27 Juni 2014

Jumat, 23 Mei 2014

Politik

 penuh dengan intrik 

kadang secara baik

kadang pula licik nan picik

kampanyenya pun ada yang mendidik

ada juga yang dangdutan goyang itik