Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ruang Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Sastra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Mei 2014

Politik

 penuh dengan intrik 

kadang secara baik

kadang pula licik nan picik

kampanyenya pun ada yang mendidik

ada juga yang dangdutan goyang itik

Kamis, 17 April 2014

Nona Anarki

Arlen Siu

 Pagi tampak kirana

Kala awal saya dan nona bersua

Nona ini sungguh beda

Dibanding kaum hawa di luar sana

Saya tahu kita dalam haluan yang sama

Ingin rasanya saya ajak bertamasya

Menempa revolusi di padang sabana

Kita bercinta dengan pena dan tinta

Menari bersama kuas perasa

Terbakar dalam simfoni propaganda

Minggu, 02 Februari 2014

Puisi Sinabung

















Senandung kacau itu terdengar lagi
Iringkan erupsi menuju permukiman
Nestapa bagi bunda pertiwi
Awan kelabu itu seakan enggan beranjak

Bumi menumpahkan amarah
Urusan dunia menjadi majikan bangsalah akarnya
Negara ini mesti bertobat
Gemerlapkan menjadi bangsa yang bermartabat

Jogjakarta, 29/1 2014

Kamis, 23 Januari 2014

Puisi Banjir Manado

Rabu 22 Januari 2014, Acara @puisiindojogja di djendelo koffie #SamuderaKata21 #CharityForManado
BANJIR MANADO

Alam kembali bereaksi
 Mengirim air bah pada awal tahun ini 
Teruntuk ibukota ujung Sulawesi 
Kotanya Om Sam Ratulangi 

Manado dia banjir 
 Semoga ini yang terakhir 
Isyarat agar selalu berdzikir 
Kepada Tuhan Sang Maha Tajir 

 Manado so tenggelam 
Tapi semangat jangan terbenam 
Musti torang tanam 
Selalu torang siram 


Kamis, 09 Januari 2014

Sajak Suara Dari Timur


Kenapa selalu timur ?

Rambut dan warna kulit menjadi tolak ukur

Padahal timur akan itu selalu bersyukur

Meski timur dijadikan boneka penghibur


Kenapa selalu timur ?

Identik akan panah dan busur

Sumber pembuat bangsa tak akur

Toh, jiwa sosial kami semanis anggur


Kenapa selalu timur ?

Sodara anggap berpikiran mundur

Padahal, mata sodaralah yang kabur

Layaknya orang berusia uzur


Kenapa selalu timur ?

Kehadirannya dianggap penghancur

Justru, alur pikir sodara yang terbentur 

 Dan tercampur isi dalam dubur



Jogja,Jumat 10/1 2014 ( Pkl 01.18 WIB )

Selasa, 07 Januari 2014

SAJAK AKTUALISASI


Mulanya aku hanyalah sosok impoten
Begitu mudahnya tergerus di dalam turnamen
Namun diriku masih memiliki temperamen
Yang mendesakku untuk berkompeten

Pernah aku termasuk golongan karbitan
Mencapai tujuan secara instan
Tapi dalam diri ini,masih ada pendirian dan harapan
Untuk menjawab keraguan zaman

Kadangkala meraih prestasi
Kadangpula merasa frustasi
Tapi,aksi tak boleh mati
Aspirasi tak bisa dibatasi
Gerak kreasi tak  dapat teramputasi